Kamis, 04 Agustus 2016

Akuntansi Internasional

Manajemen Resiko Keuangan


Apa itu manajemen resiko? Dan apa pentingnya manajemen resiko keuangan?
Manajemen resiko adalah suatu pendekatan terstruktur dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman, suatu rangkaian aktifitas manusia termasuk penilaian risiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan pemberdayaan atau pengelolaan sumberdaya.
Pentinganya manajemen resiko keuangan adalah untuk menunjukan bahwa manajemen dapat meningkatkan nilai perusahaan dengan mengendalikan risiko keuangan dan adanya harapan besar dari investor pihak-pihak berkepentingan lainnya, agar manajer keuangan mampu mengidentifikasi dan mengelola risiko pasar yang dihadapi secara aktif.
Manajemen resiko keuangan bertujuan untuk meminimalkan potensi kerugian yang timbul dari perubahan tak terduga dalam harga mata uang, kredit, komoditas, dan ekuitas. Perusahaan yang dapat mengendalikan resiko keuangan akan dapat meningkatkan nilai perusahaan karena investor menyukai manajer keuangan yang mampu mengidentifikasi dan mengelola risiko pasar. Dalam manajemen resiko keuangan, yang menjadi objeknya adalah untuk mencapai keseimbangan antara pengurangan resiko dan biaya. Dengan demikian standar yang tepat yang digunakan untuk menilai kinerja aktual merupakan bagian yang diperlukan dalam setiap sistem penilaian kinerja. Acuan ini perlu diperjelas dibagian awal sebelum pembuatan program perlindungan dan harus didasarkan pada konsep biaya kesempatan.

Bagaimana Peranan Akuntansi dalam manajemen resiko keuangan?
Akuntansi manajemen berperan dalam mengidentifikasikan eksposur pasar, mengkuantifikasi keseimbangan yang terkait dengan strategi respons risiko alternatif, mengukur potensi yang dihadapi perusahaan terhadap risiko tertentu, mencatat produk lindung nilai tertentu dan mengevaluasi efektivitas program lindung nilai. Selain itu, para akuntan berperan dalam proses manajemen risiko meliputi proses kuantifikasi penyeimbangan yang berkaitan dengan alternatif strategi respons risiko. Akuntan harus mengukur manfaat dari lindung dinilai dan dibandingkan dengan biaya plus biaya kesempatan berupa keuntungan yang hilang dan berasal dari spekulasi pergerakan pasar.

Salah satu bentuk umum resiko dan yang sering dihadapi perusahaan seperti perusahaan multinasional adalah resiko kurs valuta asing. Di dalam dunia kurs mengambang, manajemen risiko mencakup antisipasi pergerakan kurs, pengukuran risiko kurs valuta asing yang dihadapi perusahaan, perancangan strategi perlindungan yang memadai, dan pembuatan pengendalian manajemen risiko internal. Dalam hal ini, Manajer keuangan harus memiliki informasi mengenai kemungkinan arah, waktu, dan magnitude perubahan kurs dan dapat menyusun ukuran-ukuran defensive memadai dengan lebih efisien dan efektif.
Dalam menyusun struktur permasalahan perusahaan untuk meminimalkan pengaruh buruk kurs memerlukan informasi mengenai potensi terhadap resiko valas yang dihadapi. Potensi terhadap valas timbul apabila perubahan kurs valas juga mengubah nilai aktiva bersih, laba dan arus kas suatu perusahaan. Pengukuran akuntan tradisional terhadapp potensii resiko valas ini berpusat pada dua jenis potensi resiko yaitu potensi resiko translasi dan potensi resiko transaksi.

Sumber:
Choi D.S. Frederick & Meek K. Gary. 2005. Akuntansi Internasional, Edisi 6 Buku 2. Jakarta: Salemba Empat

Sabtu, 04 Juni 2016

Pelaporan Keuangan dan Perubahan Harga

ini adalah video untuk tugas kelompok Akuntansi International..


link our video..
https://www.youtube.com/watch?v=gxaun_ibFRk&feature=youtu.be

Nama Kelompok :
Lisma Pianti
Lydia Elvina
Nerissa Ariviana
Netty Joanna Vedora
Nindya Pratiwi

sumber materi : 
Choi, Frederick D.S. dan Gary K. Meek.2012.Akuntansi Internasional.Jakarta:Salemba Empat. 

Senin, 21 Maret 2016

Penerapan Akuntansi Di Inggris













Dalam penulisan ini, saya akan membahas bagaimana penerapan atau praktik akuntansi di negara Inggris. Tentunya disetiap negara memiliki standar akuntansinya masing-masing. Standar akuntansi merupakan regulasi atau peraturan yang mengatur pengolahan laporan keuangan. Alasan saya memilih penerapan akuntansi di negara Inggris, karena negara Inggris adalah negara yang menganut sistem kerajaan dimana rajalah pemegang kekuasaan tertinggi di negaranya dan juga merupakan negara pertama di dunia yang mengembangkan profesi akuntansi seperti yang kita kenal saat ini. Konsep kewajaran penyajian dari hasil dan posisi keuangan juga berasal dari negara Inggris.
Negara Inggris termasuk ke dalam bagian Uni Eropa, dimana pada tahun 2002 Uni Eropa menyetujui sebuah aturan akuntansi yang mengharuskan semua perusahaan Uni Eropa yang terdaftar dalam sebuah pasar resmi untuk mengikuti IFRS dalam laporan keuangan gabungan mereka, dimulai pada tahun 2005. IFRS merupakan standar akuntansi internasional yang diterbitkan oleh International Accounting Standard Board (IASB). Di Inggris, IFRS yang berlaku adalah yang diadopsi dari EU (European Union).
Di dalam laporan keuangannya, negara Inggris merupakan negara yang memiliki laporan keuangan yang paling komprehensif di dunia, yang laporan keuangannya mencakup Laporan Direktur, Akun Laba dan Rugi serta Neraca, Laporan Arus Kas, Laporan Keseluruhan laba dan rugi, Laporan Kebijakan Akuntansi, Catatan yang direfensikan dalam laporan keuangan, dan Laporan Auditor. Selain itu, keistimewaan yang dimiliki laporan keuangan negara Inggris adalah bahwa perusahaan kecil dan menengah dibebaskan dari banyaknya kewajiban laporan keuangan. Secara umum, perusahaan-perusahaan kecil dan menengah diizinkan untuk menyusun akun singkat dengan informasi minimum yang telah ditentukan sebelumnya.
Praktik akuntansi di negara Inggris memperbolehkan adanya metode akuisisi dan penggabungan usaha untuk kombinasi bisnis (pembelian). Di Inggris, goodwill dikapitalisasi dan diamortisasi. Inggris menggunakan metode ekuitas untuk perusahaan-perusahaan rekanan dan untuk usaha patungan berbentuk perusahaan. Dalam perhitungan aset-asetnya dihitung berdasarkan pada harga perolehan, biaya sekarang, atau menggunakan gabungan keduanya. Depresiasi dan amortisasinya juga harus berhubungan dengan dasar perhitungan yang digunakan untuk asset-aset yang mendasarinya. Pada perhitungan persediaannya, Inggris menggunakan perhitungan FIFO atau dasar biaya rata-rata. Sedangkan pinjaman yang menggantikan resiko dan penghargaan kepemilikan kepada penyewa dikapitalisasi dan kewajiban sewa ditujunjukkan sebagai utang. Dan kerugian bersyarat diakui jika mungkin terjadi dan bisa diperkirakan dengan akurasi yang tepat. Untuk pajak-pajak yang ditangguhkan, dihitung menggunakan metode utang dengan dasar provisi penuh. Sedangkan selisish pajak tangguhan jangka panjang bisa dihitung dengan menggunakan nilai sekarang yang didiskontokan. Kesempatan untuk memanipulasi laba memberikan fleksibilitas yang ada dalam valuasi aset dan perhitungan lainnya.
Dari penjabaran tersebut, praktik akuntansi pada negara Inggris udah mengikuti IFRS. Namun ada beberapa yang berbeda dengan standar IFRS yang berlaku seperti goodwill yang dikapitalisasi dan pengujian penurunan nilai akan tetapi di Inggris goodwillnya dikapitalisasi dan diamortisasi. Dan simpanan untuk memanipulasi laba dalam IFRS tidak dipakai akan tetapi di negara Inggris digunakan sebagian

Sumber:
Choi, Frederick D.S. dan Gary K. Meek.2012.Akuntansi Internasional.Jakarta:Salemba Empat.
Abdul Madjid Arfiansyah.2013.Akuntansi Komparatif. (Online) http://abdulmadjidarfiansyah.blogspot.co.id/2013/04/akuntansi-komparatif.html (Diakses : 07 April 2013)
Khairunnisa Fathin.2014.Negara dan Perusahaan Yang Mengacu Pada IFRS. (Online) https://khairunnisafathin.wordpress.com/2014/04/30/457/ (Diakses : 30 April 2014)
Silvana.2013.Standar Akuntansi Inggris. (Online) http://silvana-isyil.blogspot.co.id/2013/04/standar-akuntansi-inggris.html (Diakses : 23 April 2013)
Tika Dian Pratiwi.2014.Daftar Negara Yang Menerapkan IFRS. (Online) http://tikadianpertiwi.blogspot.co.id/2014/07/daftar-negara-yang-menerapkan-ifrs.html (Diakses : 01 Juli 2014)

Minggu, 27 Desember 2015

Kasus Pertamina Energy Trading Limited (Petral)

Tugas Softskill Etika Profesi Akuntansi
“Kasus Petral”
PT Pertamina (Persero) mengungkapkan, audit forensik yang dilakukan terhadap Pertamina Energy Trading Limited (Petral) Group menemukan adanya kebocoran informasi rahasia dalam proses pengadaan minyak dan produk minyak‎ perseroan. Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto menuturkan, audit forensik yang dilakukan pada 1 Juli hingga 30 Oktober 2015 tersebut menemukan beberapa hal anomali sekaligus dapat menjadi referensi untuk perbaikan sistem baru pengadaan minyak dan produk minyak di masa mendatang, oleh Integrated Supply Chain (ISC). Hasil audit forensik terhadap Pertamina Energy Trading Ltd (Petral) menyebutkan terjadi anomali dalam pengadaan minyak pada 2012-2014. Berdasarkan temuan lembaga auditor Kordha Mentha, jaringan mafia minyak dan gas (migas) telah menguasai kontrak suplai minyak senilai US$ 18 miliar atau sekitar Rp 250 triliun selama tiga tahun.
Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said, ada beberapa perusahaan yang memasok minyak mentah dan bahan bakar minyak (BBM) kepada PT Pertamina (Persero) melalui Petral pada periode tersebut. Namun, setelah diaudit, kata Sudirman, semua pemasok tersebut berafiliasi pada satu badan yang sama. Badan itu menguasai kontrak US$ 6 miliar per tahun atau sekitar 15 persen dari rata-rata impor minyak tahunan senilai US$ 40 miliar. “Ini nilai kontrak yang mereka kuasai, bukan keuntungan, Akibat ulah mafia ini, kata dia, Pertamina tidak memperoleh harga terbaik dalam pengadaan minyak ataupun jual-beli produk BBM. Sudirman tengah mengkaji temuan tersebut untuk ditindaklanjuti secara hukum. Kebocoran informasi rahasia dan intervensi pihak eksternal ini mempengaruhi pengembangan bisnis, mitra secara tidak langsung, dan proses negosiasi oleh Petral.

Hasil Review Kasus Petral:
1.      KAP yang mengaudit Pertamina Energy Trading Limited (Petral) adalah auditor independen, Kordha Mentha yang berada di bawah supervisi Satuan Pengawas Internal Pertamina.
2.      Jenis Audit yang dilakukan dalam kasus petral adalah Audit Forensik.
3.      Prosedur audit forensik yang dilakukan auditor independen Kordha Mentha mencoba memahami kasus mengenai adanya kebocoran informasi tentang pengadaan minyak dengan mengumpulkan bukti – bukti seperti audit forensik yang menemukan email atau obrolan via sosial media yang ditengarai membocorkan informasi terkait patokan harga dan volume bahan bakar minyak, yang nantinya akan diteliti lebih lanjut dalam mengambil langkah untuk perbaikan kebijakan yang akan dilakukan.
Berikut ini beberapa gambaran proses audit forensik :
a.       Identifikasi masalah, auditor melakukan pemahaman awal terhadap kasus yang hendak diungkap untuk mempertajam analisa dan spesifikasi ruang lingkup sehingga audit bisa dilakukan secara tepat sasaran.
b.      Pembicaraan dengan klien, auditor akan melakukan pembahasan bersama klien terkait lingkup, kriteria, metodologi audit, limitasi, jangka waktu, dan sebagainya untuk membangun kesepahaman antara auditor dan klien terhadap penugasan audit.
c.       Pemeriksaan pendahuluan, auditor melakukan pengumpulan data awal dan menganalisanya. Hasil pemeriksaan pendahulusan bisa dituangkan menggunakan matriks 5W + 2H (who, what, where, when, why, how, and how much). Investigasi dilakukan apabila sudah terpenuhi minimal 4W + 1H (who, what, where, when, and how much). Intinya, dalam proses ini auditor akan menentukan apakah investigasi lebih lanjut diperlukan atau tidak.
d.      Pengembangan rencana pemeriksaan, auditor akan menyusun dokumentasi kasus yang dihadapi, tujuan audit, prosedur pelaksanaan audit, serta tugas setiap individu dalam tim. Konsep temuan ini kemudian akan dikomunikasikan bersama tim audit serta klien.
e.       Pemeriksaan lanjutan, auditor akan melakukan pengumpulan bukti serta melakukan analisa atasnya. Auditor akan menjalankan teknik-teknik auditnya guna mengidentifikasi secara meyakinkan adanya fraud dan pelaku fraud tersebut.
f.       Penyusunan Laporan, di tahap akhir auditor melakukan penyusunan laporan hasil audit forensik. Dalam laporan ini setidaknya ada 3 poin yang harus diungkapkan. Poin-poin tersebut antara lain adalah:
-        Kondisi, yaitu kondisi yang benar-benar terjadi di lapangan.
-        Kriteria, yaitu standar yang menjadi patokan dalam pelaksanaan kegiatan. Oleh karena itu, jika kondisi tidak sesuai dengan kriteria maka hal tersebut disebut sebagai temuan.
-        Simpulan, yaitu berisi kesimpulan atas audit yang telah dilakukan. Biasanya mencakup sebab fraud, kondisi fraud, serta penjelasan detail mengenai fraud tersebut.
4.      Kesimpulan :
KAP kordha mentha dalam kasus petral sudah melakukan audit sesuai dalam aturan etika kompartemen akuntan publik dengan no.100 tentang indepedensi,integritas,dan objektivitas ; no.202 tentang kepatuhan terhadap standar ;dan no. 303 tentang tanggung jawab kepada klien (301 informasi klien yang rahasia). KAP Kordha Mentha juga dalam melakukan audit sudah mengikuti kode etik IAI dengan prinsip :
-          Tanggung jawab profesi; karena kordha mentha dalam menjalankan tugasnya bertanggung jawab dan profesional terhadap kasus yang diselidikinya dimulai dari menganalisis kasus dengan audit forensik sampai menemukan beberapa temuan audit yang diketahui.
-          Integritas; karena dalam kasus petral kordha mentha menunjukkan integritasnya dalam menyelidiki kebocoran informasi mengenai pengadaan minyak dan bahan bakar, dan pihak yang diketahui terlibat dalam kasus tersebut tentu tidak diberikan wewenang lagi dalam  menjalankan tugasnya di bidang minyak dan bahan bakar.

5.      Temuan audit forensik yang dilakukan oleh auditor Kordha Mentha adalah:
-          inefisiensi rantai suplai yang meningkatkan risiko mahalnya harga crude dan produk.
-          kebijakan Petral dalam proses pengadaan, kebocoran informasi rahasia, dan pengaruh eksternal
-          Petral melakukan penunjukan pada satu penyedia jasa Marine Service dan inspektor.
-          audit forensik menemukan bahwa terdapat surat elektronik (email) maupun obrolan via sosial media yang ditengarai membocorkan informasi terkait patokan harga dan volume bahan bakar minyak (BBM).
-          Pengaturan tender MIGAS
-          Kelemahan pengendalian HPS

(Netty Joanna Vedora, SS-UG , 4EB17)


Sumber :
Hamzah.2010.Kode Etik IAI. (Online) http://kodeetikiai.blogspot.co.id/ (Diakses: 10 Oktober 2010)
Panji Keris.2012.Gambaran Umum Audit Forensik. (Online) https://panjikeris.wordpress.com/2012/04/24/audit-forensik/ (Diakses: 24 April 2012).


Kamis, 30 April 2015

Pudding 'O' Pudding

It’s Not Real,, Just For Task,,
 





Haii guys..
I want to introduce homemade foods for you are.. and maybe if you taste it yo will feel happy..
Yaps.. i want to promote sensation of my pudding..
This is Pudding ChocoNila Oreo..


Pudding Choconilla Oreo having sensation taste sweet,creamy and crunchy from the biscuit oreo if you eat it..
if you feel badmood or sadness you must try my pudding,, and when you eat the pudding you will feel happy and forget your problem..

we also have many flavors there are Pudding ChocoMilk, Pudding Tropical, Mango Pudding, Rainbow Pudding, Pudding SoftCake
we offer the prices of pudding only Rp 5.OOO,, and you can taste this sweet pudding..
So.. Let’s try Now..
And Have Fun With Your Time..


if you interest with my pudding..
you can contact me via email joannavedora@gmail.com ,
follow me on twitter @nettyjoanna
and can also contact me on phone number +62 812- 8572-7664..
we also receive you orders for birthday party, wedding, family gathering..
and if you order my pudding more than 100 pieces, i can give you diskon 20% and free delivery

Source icon animation :

Rabu, 25 Maret 2015

Indonesian Culture - Budaya Karo..

Welcome to my blog..
This time, i wanna writing article to tell you about indonesian culture.. I make the article to fulffil my assigment in college lesson of english business 2..
well, i’m interested to make the article about indonesian culture because so many diversity of our culture in indonesia,, and i wanna tell you about “Budaya Karo”.. The reason why I choose theme about Budaya Karo, because it’s  about my background family culture and I hope you’re interested by budaya karo and from here you can find more knowledge about indonesian culture.. 

Budaya Karo..
In budaya karo, so many thing we can learn of my culture starting from karo traditional foods, custom home, traditonal clothes, the customary marriage of  karo, etc. But i wanna to tell you about the customary marriage of karo in indonesia meaning  “ Pernikahan Adat Karo”..
I make this article because i would like to know more information in the process of custom wedding karo.. well for more details.. let’s learn together  J J
In a customary marriage Karo tribe known three common steps taken in implementing it. In general these three stages will be further divided into sub-phases. The stages of customary marriages performed Karo tribe in general are as follows:
I.                   Preparation “Kerja Adat”
·         Sitandan Ras Keluarga Pekepar
This stage is the stage of introduction between the two sides that family to get married, as well as the parents of both parties will submit to the "Anak Beru" respectively to determine a good day to hold a meeting at the house party "Kalimbubu" to discuss the plan "Mbaba Belo Selambar "
·         Mbaba belo selambar
In Mbaba belo selambar this stage, a gathering place, namely at home parties "Kalimbubu", in this case the male will bring food that has been cooked complete with dishes that will be looking for food before talks a good day to carry out the steps in "Nganting Manuk "
·         Nganting Manuk
In this phase will be talking about the customs debt at the wedding will be held, as well as planning a good day for a wedding. But the wedding day should not exceed one month after implementing Nganting Manuk stages.

II.                   The Day of Pesta Adat
·         Kerja Adat
Kerja adat is usually performed during a full day in the village women. Place of kerja adat is usually performed at the Village Hall or commonly also referred to as "Jambur" or "Lost"
·         Persadan Tendi
Implementation Persadan Tendi performed at dinner after noon kerja adat done for the bride and groom. In the implementation of this Persadan Tendi be prepared food for both bride whose purpose is to give new energy to the bride. The bride and groom will be fed into a plate that has been prepared.

III.                After Pesta Adat
·         Ngulihi Tudung
Ngulihi tudung conducted after 2-4 days after pesta adat passed. Parents are the man came back home to female parents (usually the male parents bring food and dishes). "Ngulihi Tudung" carried in procession to take back the traditional clothes  that there may be left behind when "Kerja Adat" was held.
·         Ertaktak
This implementation is done in the home "kalimbubu" (the women) at a specified time, usually a week after kerja adat. In here discussed cash out when pesta adat be held. Also discussed kerja adat expenses that have been paid in advance by "Anak Beru", "sembuyak" and also "Kalimbubu". After the event Ertaktak implemented, then all the better "Kalimbubu", "Sembuyak", and "Anak Beru" will eat together.


Source : Family Photo ( Adat Kerja Ka nita & Bang Mahisa)

Daftar Pustaka :

Foto Keluarga di Acara Pesta Adat Ka Nita br Bangun & Bang Mahisa Sembiring

Selasa, 23 Desember 2014

Analisis Laporan Keuangan

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Sekarang ini sudah banyak perusahaan – perusahaan yang berdiri di Indonesia. Dari setiap perusahaan yang berdiri pasti memiliki rencana keuangan yang berbeda – beda guna memajukan setiap usaha dari perusahaan tersebut. Dan pihak – pihak yang memiliki kepentingan terhadap perkembangan suatu perusahaan perlu untuk mengetahui kondisi keuangan suatu perusahaan melalui catatan laporan keuangannya. Untuk dapat memproleh gambaran tentang perkembangan finansial suatu perusahaan, perlu mengadakan analisa atau interprestasi terhadap data finansial dari perusahaan bersangkutan, dimana data finansial itu tercermin didalam laporan keuangan. Ukuran yang sering digunakan dalam analisa finansial adalah ratio.
Laporan Keuangan dibuat agar dapat digunakan suatu kegunaan yang penting adalah dalam menganalisis kesehatan ekonomi perusahaan. Menurut Kown ( 2004 ; 107 ) : “ Hasil dari menganalisis laporan keuangan adalah rasio keuangan berupa angka-angka dan rasio keuangan harus dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan”.
Dari hal tersebut maka penting bagi suatu perusahaan untuk melakukan suatu analisis laporan keuangan terhadap perusahaan yang didirikan. Analisis terhadap laporan keuangan suatu perusahaan pada dasarnya karena ingin mengetahui tingkat profitabilitas (keuntungan) dan tingkat risiko atau tingkat kesehatan suatu perusahaan. Bahkan dengan tersedianya program-program komputer, seperti spreadsheet atau program-program akuntansi, atau program-program yang khusus ditulis untuk tujuan laporan keuangan, perhitungan rasio-rasio keuangan menjadi hal yang mudah dilakukan, dan bisa dilakukan secara rutin. Tantangan analis bukan melakukan perhitungan semacam itu, melainkan melakukan analisis dan menginterpretasikan rasio-rasio keuangan yang muncul. Dan satu tujuan dari analisis laporan keuangan menggunakan kinerja perusahaan yang lalu untuk memperkirakan bagaimana akan terjadi dimasa yang akan datang.
  
Landasan Teori
·         Menurut S. Munawir ( 2004 : 2 )
“Laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak – pihak yang berkepentingan dengan data atau aktivitas perusahaan tersebut”.
·         Menurut Budi Raharjo ( 2005 : 1 )
“Laporan keuangan adalah laporan pertanggungjawaban manajer / pimpinan perusahaan atas yang dipercayakan kepada pihak-pihak yang mempunyai kepentingan (stockholders) diluar perusahaan, pemilik perusahaan, pemerintah, kreditur dan pihak lainnya”.
·         Menurut Miswanto dan Eko Widodo ( 1998 : 80 )
“Laporan keuangan merupakan media informasi yang digunakan oleh perusahaan yang bersangkutan untuk melaporkan keadaan dan posisi keuangannya kepada pihak–pihak yang berkepentingan, terutama bagi pihak kreditur, investor, dan pihak manajemen dari perusahaan itu sendiri”.
·         Menurut Subramanyam et al. (2005: 3)
“Analisis laporan keuangan merupakan analisis dari alat dan teknik analitis untuk laporan keuangan bertujuan umum dan data-data yang berkaitan untuk menghasilkan estimasi dan kesimpulan yang bermanfaat dalam analisis bisnis”.

PEMBAHASAN
A.    Definisi Rasio Keuangan
Menurut Van Horne ( 2005 : 234) “Rasio keuangan adalah alat yang digunakan untuk menganalisis kondisi keuangan dan kinerja perusahaan. Kita menghitung berbagai rasio karena dengan cara ini kita bisa mendapat perbandingan yang mungkin akan berguna daripada berbagai angka mentahnya sendiri”.
Menurut Kown (2004: 108) Rasio keuangan setidaknya dapat memberikan jawaban atas empat pertanyaan yaitu :
·         Bagaimana Likuiditas Perusahaan
·         Apakah Manajemen efektif menghasilkan laba operasi atas aktiva
·         Bagaimana perusahaan didanai
·         Apakah pemegang saham biasa mendapatkan tingkat pengembalian yang cukup.

Menurut Sumber datanya Van Horne ( 2005 : 234) : Angka rasio dapat dibedakan atas :
·         Rasio – rasio neraca ( Balance Sheet Ratio ), yaitu ratio – ratio yang disusun dari data yang berasal dari neraca, misalnya current ratio, acid test ratio, current asset to total asset ratio, current liabilities to total asset ratio dan lain sebagainya.
·         Rasio – rasio Laporan Laba Rugi ( Income Statement Ratio ), ialah data yang disusun dari data yang berasal dari income statement, misalnya gross profit, net margin, operating margin, operating ratio dan sebagainya.
·         Rasio –rasio antar Laporan Keuangan ( Intern Statement Ratio), ialah ratio –ratio yang disusun dari data yang berasal dari neraca dan data lainya berasal dari income statement, misalnya asset turnover, Inventory turnover, receivable turnover, dan lain sebagainya.
B.     Jenis – Jenis Rasio Keuangan
Rasio keuangan dapat dibagi kedalam tiga bentuk umum yang sering dipergunakan yaitu Rasio Likuiditas, Rasio Solvabilitas (Leverage), dan Rasio Rentabilitas.
a.       Ratio Likuiditas (Liquidity Ratio)
Merupakan Ratio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajian financial jangka pendek yang berupa hutang – hutang jangka pendek (short time debt) Menurut Van Horne: ”Sistem Pembelanjaan yang baik Current ratio harus berada pada batas 200% dan Quick Ratio berada pada 100%”. Adapun yang tergabung dalam rasio ini adalah :
·         Current Ratio ( Rasio Lancar)
·         Quick Ratio ( Rasio Cepat )
·         Cash Ratio ( Rasio Lambat)

b.      Ratio Solvabilitas
Rasio ini disebut juga Ratio leverage yaitu mengukur perbandingan dana yang disediakan oleh pemiliknya dengan dana yang dipinjam dari kreditur perusahaan tersebut. Rasio ini dimaksudkan untuk mengukur sampai seberapa jauh aktiva perusahaan dibiayai oleh hutang rasio ini menunjukkan indikasi tingkat keamanan dari para pemberi pinjaman (Bank). Adapun Rasio yang tergabung dalam Rasio Leverage adalah :
·         Total Debt to Equity Ratio (Rasio Hutang terhadap Ekuitas)
·         Total Debt to Total Asset Ratio (Rasio Hutang terhadap Total Aktiva)

c.       Ratio Rentabilitas
Rasio ini disebut juga sebagai Ratio Profitabilitas yaitu rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba atau keuntungan, profitabilitas suatu perusahaan mewujudkan perbandingan antara laba dengan aktiva atau modal yang menghasilkan laba tersebut. Adapun yang tergabung ke dalam ratio ini yaitu:
·         Gross Profit Margin ( Margin Laba Kotor)
·         Net Profit Margin (Margin Laba Bersih)
·         Earning Power of Total investment
·         Return on Equity (Pengembalian atas Ekuitas)


Berikut ini adalah perhitungan dari contoh laporan keuangan suatu perusahaan (PT. Gudang Garam Tbk Tahun 2007 - 2008)


Perhitungan :
Rasio Likuiditas
1.      Current Ratio
Tahun 2008
= (Aktiva Lancar / Hutang Lancar)
= (Rp 17.955.845 / Rp 9.437.259)
= 1,90
Tahun 2007
= (Aktiva Lancar / Hutang Lancar)
= ( Rp 15.027.032 / Rp 7.697.918)
= 1,95

2.      Quick Ratio
Tahun 2008
= ((Aktiva Lancar - Persediaan) / Hutang Lancar)
= ((Rp. 17.955.845- Rp 14.016.039) / Rp. 9.437.259)
= 0,42
Tahun 2007
= ((Aktiva Lancar - Persediaan) / Hutang Lancar)
= ((Rp 15.027.032 – Rp 11.877.086) / Rp 7.697.918)
=0,41

Rasio Solvabilitas
1.      Total  Debt to Total Capital Assets
Tahun 2008
= (Hutang Lancar + Hutang Jangka Panjang / Total Aktiva )
= ( Rp 10.359.076 / Rp. 24.904.022 )
=  0,42
Tahun 2007
= (Hutang Lancar + Hutang Jangka Panjang / Total Aktiva )
= (Rp 8.474.564 / Rp 21.878.013)
= 0,39

2.       Total  Debt to Total Equity Ratio
Tahun 2008
= (Hutang Lancar + Hutang Jangka Panjang / Jumlah Modal Sendiri)
= ( Rp 10.359.076 / Rp 14.530.132)
0,71
Tahun 2007
= (Hutang Lancar + Hutang Jangka Panjang / Jumlah Modal Sendiri)
= (Rp 8.474.564 / Rp 13.386.776)
= 0,63

Rasio Rentabilitas
1.      Gross Profit Margin
Tahun 2008
= (Penjualan Neto – HPP / Penjualan Neto)
= (Rp 15.056.347 – Rp 12.629.097 / Rp 15.056.347)
= 0,16 atau 16%
Tahun 2007
= ( Penjualan Neto – HPP / Penjualan Neto)
= ( Rp 13.419.733 – Rp 10.934.085 / Rp 13.419.733)
= 0,19 atau 19%

2.      Net Profit Margin
Tahun 2008
= (Laba Setelah Pajak / Penjualan Netto)
= (Rp. 892.354 / Rp. 15.056.347)
= 0,059 atau 5,9 %
Tahun 2007
= (Laba Setelah Pajak / Penjualan Netto)
= ( Rp 709.865 / Rp 13.419.733)
= 0,052 atau 5,2 %


PENUTUP

Kesimpulan

Dari data laporan keuangan tersebut, dapat dilihat hasil dari perhitungan yang menggunakan rasio keuangan yaitu rasio likuiditas, rasio leverange dan rasio rentabilitas. Dari ketiga rasio tersebut, didapatkan hasil perhitungannya yaitu Current Rasio tahun 2008 sebesar 1,90 sedangkan di tahun 2007 sebesar 1,95 dan Quick Ratio tahun 2008 sebesar 0,42 sedangkan tahun 2007 0,41. Pada rasio solvabilitas yaitu  total  debt to total capital assets di tahun 2008 sebesar 0,42 sedangkan tahun 2007 sebesar 0,39 dan pada total  debt to total equity ratio tahun 2008 sebesar 0,71 dan tahun 2007 sebesar 0,63. Dan perhitungan rasio yang terakhir menggunakan rasio rentabilitas, yang dapat diketahui bahwa net profit margin pada tahun 2008 sebesar 5,9% dan 2007 sebesar 5,2%  sedangkan pada gross profit margin di tahun 2008 sebesar 16% dan di tahun 2007 19%. Bisa disimpulkan bahwa selisih perhitungan dari tahun 2007 hingga 2008 bisa berubah – ubah sesuai dengan perhitungan rasionya.




DAFTAR PUSTAKA
Syafrizal Helmi.2009.Rasio – Rasio Keuangan Perusahaan. (online) http://shelmi.wordpress.com/2009/03/04/rasio-%E2%80%93-rasio-keuangan-perusahaan/
Diakses : 04 Maret 2009
Nuraidah Rismayanti.2013.Laporan Keuangan PT.Gudang Garam Tbk. (online) http://nuraidahrismayanti.wordpress.com/2013/11/25/laporan-keuangan-pt-gudang-garam-tbk/
Diakses : 25 November 2013
Rosita Oktaviani.2011.Analisis Laporan Keuangan. (online) http://rositaoktavianirusma.blogdetik.com/2011/08/14/analisis-laporan-keuangan/
Diakses : 14 Agustus 2011
Diakses : 24 Oktober 2009